Sabtu, 27 Oktober 2018

Tentang E-Bussiness


E-Bussiness
E-business (bisnis elektronik) adalah perilaku proses bisnis di internet. Proses-proses e-bisnis ini termasuk membeli dan menjual produk, persediaan dan layanan, melayani pelanggan, memproses pembayaran, mengelola kontrol produksi, berkolaborasi dengan mitra bisnis, Berbagi informasi, menjalankan layanan karyawan otomatis, merekrut, dan banyak lagi.

E-bisnis dapat terdiri dari berbagai fungsi dan layanan, mulai dari pengembangan intranet dan extranet ke e-layanan, penyediaan layanan dan tugas melalui internet oleh penyedia layanan aplikasi. Saat ini, ketika perusahaan besar terus memikirkan kembali bisnis mereka dalam hal internet khususnya, ketersediaannya, jangkauan luas dan kemampuan yang selalu berubah mereka melakukan e-bisnis untuk membeli suku cadang dan pasokan dari perusahaan lain, berkolaborasi dalam promosi penjualan dan melakukan penelitian bersama. Karena e-commerce telah dipercepat, protokol dan alat keamanan yang ketat, termasuk enkripsi dan sertifikat digital, diadopsi untuk melindungi dari peretas, penipuan, dan pencurian.
E-Commerce
Pada intinya, e-commerce mengacu pada pembelian dan penjualan barang dan / atau layanan melalui saluran elektronik seperti internet. E-commerce pertama kali diperkenalkan pada 1960-an melalui pertukaran data elektronik (EDI) pada jaringan nilai tambah (VAN). Media berkembang dengan meningkatnya ketersediaan akses internet dan munculnya penjual online populer pada 1990-an dan awal 2000-an. Amazon mulai beroperasi sebagai bisnis pengiriman buku di garasi Jeff Bezos pada 1995. EBay, yang memungkinkan konsumen menjual satu sama lain secara online, dan juga memperkenalkan lelang online pada tahun 1995.
Jenis-jenis e-commerce

Bidang e-commerce sangat besar dan ada banyak model yang berbeda.

Kami akan menggunakan dua kategori:

    Yang umum berdasarkan siapa pembeli dan penjual.
    Satu lagi dengan "model" e-commerce yang berbeda.

Mari kita lihat mereka.
1. Menurut profil komersial

Setiap bisnis berfokus pada jenis klien, dan bergantung pada siapa mereka, kami dapat mengklasifikasikannya:

    B2B (Business-to-Business): bisnis yang kliennya juga bisnis atau organisasi. Sebagai contoh, kita dapat berpikir tentang perusahaan bahan konstruksi yang menjual produknya kepada para arwah dan desainer interior.
    B2C (Bisnis-ke-Konsumen): bisnis yang menjual produk atau layanan mereka langsung ke konsumen. Ini adalah tipe yang biasa dan ada ribuan contoh pakaian, sepatu atau toko elektronik.
    C2B (Consumer-to-Business): situs di mana konsumen menawarkan produk atau layanan dan bisnis menawarinya. Kami berbicara tentang situs web tradisional untuk freelancer seperti Freelancer, Twago, Nubelo atau Adtriboo.
    C2C (Consumer-to-Consumer): bisnis yang memfasilitasi penjualan produk di antara konsumen. Contoh paling jelas adalah eBay atau situs web bekas lainnya.

Selain jenis perdagangan elektronik ini, ada jenis populer lainnya seperti G2C (Goverment-to-Consumer), C2G (Consumer-to-Goverment) atau B2E (Business-to-Employer).

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar